Tidak perlu menanyakan siapa aku, panggil saja aku ayam, iya, ayam, sebutan untuk manusia cengeng seperti aku dan aku cowok tapi aku cengeng. sempat aku menyesalkan tentang hubungan ini, lama sudah aku menjalin sebuah hubungan asmara hingga aku tidak bisa lepas untuk tidak memilirkannya. Karier, kuliah, bahkan cita-cita seolah terlupa hanya karena urusan asmara. merasa dengan adanya hubungan ini jelas membuatku terlalu bergantung pada setiap keadaan yang ada didalamnya. bodohnya aku tidak pernah berfikir untuk menyudahinya saja, aku lebih memilih untuk bertahan, hatiku tak sampai untuk melukai diri sendiri.
Jika orang bertanya apa aku mencintainya...???iya. aku sangat begitu mencintainya, walau dengan sejuta perbedaan, antara kelembutan dan kekakuan. Bahkan aku sudah lua kapan terakhir tersenyum lepas, kapan terakhir hidup berfikir untuk sebuah cita-cita. Kini yang terbesit dikepalaku hanya bagaimana caraku untuk membahagiakannya, bukan bagaimana caraku untuk membahagiakan hati sendiri. Bukan berarti aku tidak bahagia, aku bahagia saat dia bahagia, aku tersenyum saat dia tersenyum, bahkan aku bisa sangat merasa berarti saat dia tertawa.
Aku tidak pernah berpaling dari keadaan ini, dengan semua kerumitan dalam diriku, hanya cintalah sebagai benang merah pengikat kita, aku juga tidak meragukan ketulusan cintanya, tapi sekali lagi aku butuh sosok lembut dalam hidupku, bukan orang lain, tapi dia, hanya dia. Betapa sejuk batin ini andai hal semacam itu banar-benar terjadi.
Mungkin dia bisa acuh dengan keberadaanku untuk bersenang-senang dan meraih cita-citanya. Tapi bagaimana dengan aku...???aku,,,seperti dia ketahui, aku akan banyak diam ditempat yang sunyi untuk mendinginkan hati yang panas saat berselisih, atau ketika harapan tak sampai karena harus mengalah, dan mungkin memang selalu aku yang salah. aku tidak bisa meluapkannya di facebook, apalagi keseluruhan apa yang sedang aku rasakan, ada sekat-sekat yang membatasi, iya, membatasi, memberikan label "LABIL" bagi orang yang tidak punya teman sepertiku, bukan berarti aku ingin mengumbar masalah, tapi aku hanya perlu ruang untuk meluapkan segalanya, karena bibirpun tak sanggup berucap langsung, memang benar seperti itu adanya, aku takut "KEHILANGAN".
Mungkin dia bisa acuh dengan keberadaanku untuk bersenang-senang dan meraih cita-citanya. Tapi bagaimana dengan aku...???aku,,,seperti dia ketahui, aku akan banyak diam ditempat yang sunyi untuk mendinginkan hati yang panas saat berselisih, atau ketika harapan tak sampai karena harus mengalah, dan mungkin memang selalu aku yang salah. aku tidak bisa meluapkannya di facebook, apalagi keseluruhan apa yang sedang aku rasakan, ada sekat-sekat yang membatasi, iya, membatasi, memberikan label "LABIL" bagi orang yang tidak punya teman sepertiku, bukan berarti aku ingin mengumbar masalah, tapi aku hanya perlu ruang untuk meluapkan segalanya, karena bibirpun tak sanggup berucap langsung, memang benar seperti itu adanya, aku takut "KEHILANGAN".
Cinta ini memang buta, maka aku tidak bisa melihat keindahan lain, tak bisa berfikir secara jernih, karena yang aku fikirkan hanyalah bagaimana aku bisa hidup bahagia dengannya walau dengan berbagai komplikasi diantara perpaduan hati dan tingkah yang dibatasi.
Sebetulnya aku benci menulis, aku terlalu banyak menyimpannya sendiri, hanya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar